Kuliner Croissant Jadi Best Seller Selama Pandemi, Rasa Favorit Enggak Neko-neko

Croissant menjadi salah satu kuliner yang banyak dicari selama pandemi Covid-19. Bukan hanya berbentuk adonan puff pastry yang digulung berbentuk oval bulat, ada pula modifikasi bernama croffle atau croissant waffle yang wujudnya oval pipih.

Pemilik sekaligus chef sebuah toko roti di Bandung, Jawa Barat, Waroeng Snoepen, Djaka Farezki mengatakan, ada beberapa jenis croissant yang sedang naik daun. Uniknya, rasa croissant yang banyak peminat ini bukan jenis yang perlu modifikasi berlebih.

“Best seller saat ini adalah Butter Croissant Plain, Pain au Chocolat, dan Butter Croissant Almond,” kata Djaka pada Kamis, 6 Januari 2021. Butter croissant di Waroeng Snoepen, menurut dia, terbuat dari mentega Prancis. Bagi pelanggan yang ingin mengetahui cita rasa croissant asli, Djaka menyarankan mencoba Butter Croissant Plain alias tanpa isi.

Croissant polos alias tanpa isian, kata Djaka, membuat pelanggan bisa merasakan perpaduan adonan pastry dan mentega dengan lebih utuh. Umumnya, pelanggan menikmati Butter Croissant Plain dengan segelas kopi di waktu brunch atau sekitar pukul 10.00.

Adapun varian croissant Pain au Chocolat atau croissant mentega dengan isian cokelat, menurut dia, biasanya dipesan oleh pelanggan yang menikmati kopi hitam, baik americano maupun espresso. “Kami menggunakan dark chocolate stick di dalam croissant dan butter, sehingga pasangan yang cocok adalah kopi hitam tanpa gula,” katanya.

Jenis croissant lain yang juga banyak peminat di saat sarapan atau brunch, Djaka melanjutkan, antara lain Butter Croissant Sandwich Smoked Brisket dan Short Ribs. “Varian yang gurih ini cocok bersanding dengan kopi susu, seperti latte, capucinno, atau teh hangat,” katanya. Favorit pelanggan lainnya misalkan Danish Peach dengan cream cheese dan Snoepen Kouign Amann.

Bagi pecinta kombinasi rasa gurih dan manis, Djaka Farezki menyarankan Butter Croissant Almond. Hidangan yang satu ini memiliki adonan yang sama dengan Butter Croissant Plain, namun dipanggang dua kali. “Ada isian home made almond paste dan bertabur kacang almond di permukaannya,” katanya.

Satu lagi yang terbilang banyak peminat adalah Snoepen Kouign Amann. Djaka mengatakan, sajian ini unik karena berasal dari Brittany, Prancis. Bahan-bahannya adalah perpaduan adonan butter croissant dengan gula putih yang terkaramelisasi saat dipanggang. Di Waroeng Snoepen, Djaka mengganti gula putih dengan gula aren yang asli Indonesia.

Waroeng Snoepen adalah sebuah toko roti, bukan kafe. Itu sebabnya, di sana tak banyak tempat duduk. Pelanggan cenderung membeli kemudian membawa pulang, ketimbang makan minum di tempat.

Waroeng Snoepen di Pondok Hijau Gegerkalong dan Sherlock Common Space, Bandung, Jawa Barat, buka mulai pukul 07.00 sampai 16.00 WIB. Sementara cabang Waroeng Snoepen di Cisaranten, Arcamanik, Bandung, dan Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan, tidak menyediakan fasilitas untuk makan di tempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.